Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas
Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK
ETAP)
Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas
Tanpa Akuntabilitas
Publik (SAK ETAP) dimaksudkan untuk digunakan entitas tanpa akuntabilitas
publik. Entitas tanpa akuntabilitas
publik adalah entitas yang:
a)
tidak memiliki
akuntabilitas publik signifikan; dan
b)
menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general
purpose financial statement) bagi pengguna eksternal.
Contoh pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak
terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur, dan
lembaga pemeringkat kredit.
Entitas memiliki akuntabilitas publik signifikan jika:
a)
entitas telah mengajukan
pernyataan pendaftaran, atau dalam proses pengajuan pernyataan pendaftaran, pada otoritas
pasar modal atau regulator lain untuk tujuan penerbitan efek di pasar
modal; atau
b)
entitas menguasai aset
dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank, entitas asuransi,
pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun, reksa dana dan bank
investasi.
Entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikan dapat
menggunakan SAK ETAP jika otoritas berwenang membuat regulasi mengizinkan penggunaan SAK ETAP.
Sumber: SAK ETAP BAB I RUANG LINGKUP
Entitas
yang laporan keuangannya mematuhi SAK ETAP
harus membuat suatu pernyataan eksplisit dan secara penuh (explicit and unreserved
statement) atas kepatuhan tersebut
dalam catatan atas laporan keuangan. Laporan keuangan
tidak boleh menyatakan mematuhi SAK ETAP kecuali
jika mematuhi semua persyaratan dalam SAK ETAP.
Sumber: SAK ETAP BAB
3 PENYAJIAN
LAPORAN KEUANGAN
KEPATUHAN
TERHADAP SAK ETAP
Laporan keuangan entitas meliputi:
a)
neraca;
b)
laporan laba rugi;
c)
laporan perubahan ekuitas
yang juga menunjukkan:
i.
seluruh perubahan dalam
ekuitas, atau
ii.
perubahan ekuitas selain
perubahan yang timbul dari transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik;
d)
laporan arus kas; dan
e)
catatan atas laporan
keuangan yang berisi ringkasan kebijakan akuntansi yang signifikan dan informasi penjelasan
lainnya.
Sumber: SAK ETAP BAB
3 PENYAJIAN
LAPORAN KEUANGAN
LAPORAN KEUANGAN LENGKAP
SAK
ETAP diterapkan untuk penyusunan laporan keuangan
yang dimulai pada atau setelah 1 Januari
2011. Penerapan dini diperkenankan. Jika SAK
ETAP diterapkan dini, maka entitas harus
menerapkan SAK ETAP untuk penyusunan
laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah 1
Januari 2010.
Sumber: SAK ETAP
BAB
30 TANGGAL
EFEKTIF
IFRS (International Financial Reporting Standards)
IFRS
merupakan standar penyusunan laporan
keuangan global yaitu standar yang digunakan untuk seluruh negara dalam
menyusun laporan keuangan. Perusahaan yang listing di pasar modal atau go public diwajibkan menyusun laporan
keuangannya menggunakan SAK IFRS.
-------------------------------
Latar Belakang
1.
Konvergensi IFRS adalah
salah satu kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai anggota G20 forum
2.
DSAK-IAI sedang melakukan
konvergensi IFRS dengan target tahun penyelesaian 2012
IFRS merupakan hasil
dari pertemuan pemimpin negara G20 forum
di Washington DC, 15 November 2008
Manfaat Konvergensi IFRS:
1.
Memudahkan pemahaman atas
laporan keuangan dengan penggunaan StandarAkuntansi Keuangan yang
dikenal secara internasional (enhancecomparability).
2.
Meningkatkan arus investasi
global melalui transparansi.
3.
Menurunkan biayamodal dengan
membuka peluang fund raising melalui pasar modal
secara global.
4.
Menciptakan efisiensi
penyusunan laporan keuangan.
Roadmap (Jalan/ alur menuju IFRS)
1.
Tahap adopsi (2008‐2010)
a. Adopsi
seluruh IFRS ke PSAK
b. Persiapan infrastruktur yang diperlukan
c. Evaluasi
dan kelola dampak adopsi terhadap PSAK yang berlaku
2.
Tahap persiapan
akhir (2011)
a. Penyelesaian persiapan infrastruktur
yang diperlukan
b. Penerapan
secara bertahap beberapa PSAK berbasis IFRS
3.
Tahap implementasi (2012)
a. Penerapan
PSAK berbasis IFRS secara bertahap
b. Evaluasi
dampak penerapan PSAK secara komprehensif
Sumber:
http://www.iaiglobal.or.id/prinsip_akuntansi/seminar_ias41/1-Adopsi%20IAS%2041%20dalam%20Rangkaian%20Konvergensi%20IFRS%20di%20Indonesia-%20Roy%20Iman%20W.pdfTUGAS TEORI AKUNTANSI
RIA HANDINI
20100420009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar